Kaya Tapi Krisis Itulah Negara Arab

Banyak mungkin yang takjub dengan pesatnya pembangunan di Dubai, Qatar, Kuwait, Bahrain, Abu Dhabi dan Arab Saudi. Anggota GCC (Gulf Council Country) emang keliatan sangat mempesona. Mulai dari proyek Jumeirah, Pearl Qatar dan entah pulau-pulau buatan apalagi.

Dunia kemudian seperti tersentak kaget ketika Bahrain, salah satu anggota GCC tertular virus revolusi Mesir dan TUnisia yang miskin … wong sugih kok kena penyakitnya orang miskin :mrgreen:

Tahukah anda berapa sewa sebuah flat (1 kamar tidur, 1 ruang tamu) di Qatar? 5000 riyal atau setara dengan 12 juta sebulan … ingat bro sebulan coy … Di Kuwait atau Bahrain malah bisa lebih mahal lagi 8O

Bagi yang bekerja di perusahaan minyak atau pemerintahan itu bukan masalah, karena sewa rumah sudah ditanggung oleh perusahaan. Naghh, yang jadi masalah 50% bahkan lebih yang bekerja di Perusahaan Minyak adalah orang Asing, termasuk juga orang Indonesia. Begitu juga PNS yang lebih banyak orang Asingnya (Sudan, Jordan, Syiria, Yaman, Arab Saudi termasuk mulai juga orang Indonesia … asal bisa bahasa Arab 8) ) daripada pribumi.

Sedang orang pribumi sendiri, kebanyakan menjadi pengangguran dengan mengandalkan pendapatan dari sewa rumah pada para ekspatriat bergaji lumayan. itulah yang menyebabkan harga sewa rumah dan flat menjadi edan-edanan.

Tanpa disadari, orang Arab Pribumi yang males dan bodoh (rata-rata tamatan SMA :mrgreen: ) yang punya istri lebih dari 1 (rata-rata 4) beranak pinak dan pendapatan dari sewa rumah sudah nggak mencukupi lagi, sedang anak keturunannya kalah bersaing dengan tenaga Asing … akhirnya timbullah generasi muda yang pengangguran, dengan gaya dan biaya hidup tinggi … sedang pemasukan kurang … mending kalau keluarga kerajaan, bisa dapat subsidi.

Nggak heran kalau ada orang pribumi yang hidupnya terjerat hutang, ataupun satu rumah dihuni oleh 5 keluarga (1bapak, 4anak yang sudah menikah) dan itu adalah sumber terbanyak penyiksaan pada TKW

Sedangkan harga-harga meroket (inflasi bulanan di Qatar pernah nyampe 13%) karena para pengusaha (yang mayoritas orang India) terbebani dengan tingginya biaya akomodasi karena memakai tenaga asing… yahh mau nggak mau hidup mereka pun terkepung hutang… dan inilah penyebab utama demonstrasi di Bahrain, bukan karena Sunni atau Syiah.

Orang Arab pribumi kan dapet uang gratisan dari kerajaan? …. ahh mitos itu…klo keluarga raja (al-Thani/Qatar, al-Nahyan/Ab Dhabi, Al-Khalifa/Bahrain) emang iya, tapi klo Al-Marri … tetap aja melarat

Yang terjadi di Arab Saudi mungkin sedikit lebih moderat. disana biaya sewa masih normal-normal saja. 5000 riyal untuk setahun sudah dapet rumah mewah. Tapi APBN yang selalu defisit adalah sumber segala masalah dan sumber kenapa minyak dunia selalu naik.

Sama seperti Amerika Serikat yang menutup defisit dengan mencetak dolar. Arab Saudi menutup defisit dengan menaikkan harga minyak mereka. Sebagai pengekspor terbesar, tentu saja ulah mereka diamini oleh negara tetangganya.

Para Pangeran pun tetap hidup berfoya-foya, sedang kaum miskin dan pengangguran melamar kerja di negara-negara tetangga. lalu kita yang mengimpor minyak mendapati bahwa BBM akan selalu naik harganya :( Apakah Saudi akan mengalami gejolak seperti Bahrain?

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: